Monday, July 19, 2021

Seger Betemue ke SMAN 1 Sekongkang Sumbawa Barat Berlangsung Sukses

Sekongkang, Sumbawa Barat. Program Seger Betemue ke SMAN 1 Sekongkang, Sumbawa Barat, berjalan lancar. Kegiatan literasi digital bertajuk, ‘Seger Betemue: Literasi Digital Millenials’, berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Event berlangsung dua hari, di Gedung Serbaguna ‘Balong Rungan’, bangunan besar yang terletak persis di depan kompleks sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 1 Sekongkang, Sugrawati S.Pd. menyebutkan, bahwa kegiatan literasi digital sudah sepantasnya diperkenalkan bagi para siswa kelas X. Alasan mendasar, mengapa kerjasama dengan komunitas Selong Blogger (Seger) terjalin, melalui salah satu program utama, yakni Seger Betemue.

Seger Betemue ' Literasi Digital Millenilas' ke SMAN 1 Sekongkang, Sumbawa Barat. Dokpri

“Jaman anak-anak kita sekarang telah jauh berubah. Mereka setiap hari telah berinteraksi dengan gadget dan internet. Jadi, kebutuhan literasi digital juga menjadi keharusan. Harapannya, agar mereka bisa mengoptimalkan aktivitas digital mereka dengan kreasi-kreasi positif,” sambutannya di rilis pre event kegiatan.

Kegiatan literasi digital ini berlangsung dua hari, Sabtu dan Ahad, 17 sampai 18 Juli 2021. 65 orang siswa yang sedang mengikuti rangkaian MPLS 2021, menjadi peserta utama serta didampingi pengurus OSIS, guru dan staf sekolah.

Tiga Modul Digital di Seger Betemue ke SMAN 1 Sekongkang


Rangkaian acara Seger Betemue, dibuka oleh Wakil Kurikulum SMAN 1 Sekongkang Sri Rohayah S.S.. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini dan berharap agar peserta serta pendamping dari OSIS, dapat mengambil manfaat positif dari setiap materi yang dibagikan. Berikutnya, Ketua Komite Sekolah, Sukardi S.E. juga menyampaikan pernyataan senada. Ia menambahkan, di tengah pandemi, pilihan beraktivitas digital dapat menjadi kegiatan positif bagi siswa. Apalagi jika sampai kembali menerapkan pembelajaran daring.

Peserta kegiatan menerapkan prokes ekstra ketat. Dokpri

Narsum GenPI Lombok Sumbawa, Subhan Azharullah. Dokpri

Narsum Kitapixel Lombok. Dokpri

Usai sambutan, tiga narsum secara berurutan menyampaikan modulnya masing-masing. Yang pertama, Founder Seger Muslifa Aseani, membagikan modul ‘Bangun Kebiasaan Bahasa Yang Baik dan Benar di Dunia Digital’. Selanjutnya, Divisi Humas GenPI Lombok Sumbawa Subhan Azharullah, menyampaikan modul ‘Kenal GenPI LS Lebih Dekat’. Ketiga, modul ‘Creative Digital with Instagram (17 IGTv/Reels Ideas) disampaikan Nurliya N.R., Digital Collaborator Kitapixel Lombok.

Penyampaian modul-modul langsung diikuti praktek. Di antaranya, membuat instagram story dengan hastag khusus, juga membuat konten foto serta video yang dilombakan dengan hadiah spontan dari para narsum. Kegiatan hari pertama, ditutup dengan ‘Sunset Hunt’ di pantai Baha Baha, Sekongkang. Dimana anak-anak merasakan langsung proses mencari konten untuk aktivitas digital mereka di sosial media.

Menunggu momen sunset di pantai Baha Baha Sekongkang. Dokpri


Tetap kenakan masker, meski aktivitas di luar ruangan. Dokpri

Senja di Pantai Baha Baha Sekongkang. Dokpri


Promosi Digital Proses Gula Aren Alami Desa Tongo


Di hari kedua, momen ‘Sunrise Hunt’ terhalang mendung dan gerimis sepanjang pagi. Namun, batalnya berburu sunrise, membuat rombongan kegiatan literasi digital bisa sampai lebih pagi di kebun nira pasangan Hasan dan Nurhasanah. Warga dusun Sejorong, Desa Tongo ini, merupakan perajin gula aren alami. Kebun nira dengan 400 pohon, membuat mereka intens memproduksi gula aren alami.

Siswa menyaksikan langsung proses menyadap nira. Dokpri

Proses menyadap nira, mengolah dan mencetak gula aren inilah yang diikuti peserta. Sebagian besar siswa, mengaku benar-benar baru pertama kali mengikuti proses ini. Satrio, Johan Saputra, Aditya S. Pratama, Wayan Srikarmi, Desak Putu Ayu Yasmin dan Baiq Sisilia Anesa Putri, sebagian dari siswa yang baru sekali ini melihat langsung proses membuat gula aren. Adji Nursali, satu perkecualian, karena ia memiliki seorang paman yang juga memiliki kebun nira dan ia sesekali membantu pamannya menyadap sampai membuat gula aren.

Kembali ke pasangan Hasan dan Nuhasanah, mereka melakukan sistem bagi hasil jika menyadap nira 100 pohon enau.

“Saya akan mengambil tiga gula dari 10 yang kami produksi. Jadi, kami tidak memberikan gaji. Biasanya, untuk 100 pohon enau, kami harus dibantu 2 tenanga. Terutama saat menyadap,” urai Hasan sembari melanjutkan setiap proses yang telah dilakukannya rutin di 10 tahun terakhir.

Hasan bersiap dengan dua bambu betung wadah penampung nira. Dokpri

Rumah panggung sederhana, lokasi produksi gula aren, berdampingan dengan kebun enau. Juga dekat dari beberapa spot pantai indah di Sekongkang. Salah satunya, pantai Cemara. Lokasi dimana akhirnya rombongan peserta event sarapan bersama. Sekitar tengah hari, rangkaian kegiatan event ditutup dengan berfoto bersama di pantai Cemara, juga pengumuman peserta terbaik dari MPLS SMAN 1 Sekongkang.

Event Seger Betemue Literasi Digital Millenials, didukung penuh PT Amman Mineral, dengan partner digital GenPI Lombok Sumbawa dan Koperasi Jasa Syariah pertama di NTB, Kitapixel Digital Mandiri Coop (MA-Seger).

Share this

10 Responses to "Seger Betemue ke SMAN 1 Sekongkang Sumbawa Barat Berlangsung Sukses"

  1. Keren nih, semoga semakin banyak acara positif seperti ini ya, meskipun lagi pandemi juga tetap jaga prokesnya nih, mantap

    ReplyDelete
  2. sesi acara praktek hunting foto sepertinya paling mengasyikkan ya.. nggak cuma oeserta yg menikmati..mentornya juga pasti menikmati sesi ini.. sukses selalu ya utk SeGer..

    ReplyDelete
  3. Wahhh ini jadi macam studi tour ya? Kirain pemberian materi aja dikelas. Semangat nih MPLSnya kalo seseru ini. Hihi

    ReplyDelete
  4. Seru ya acara literasi digital ini. Pantainya cakep-cakep dan keren sekali pemandangannya. Setuju banget kalau anak muda saat ini memang harus tahu apa itu literasi digital.

    ReplyDelete
  5. Bahagia banget ya bisa bikin acara offline tatap muka bahas literasi digital dan terjun langsung main ke pantai buat bikin konten, asli bikin iriiii..

    ReplyDelete
  6. Bagus banget nih kegiatannya, mengarahkan generasi muda untuk paham bagaimana memaksimalkan aktivitas mereka melalui gadget tiap harinya. Kalau bisa menghasilkan yang bermanfaat, why not kan yaaa...

    ReplyDelete
  7. Duh, aku galfok baca Sekongkang jadi Song Kang. Kirain ada Song Kang di Sumbawa, hehe.

    Kegiatannya kece banget sih ini. Aku jadi kangen ke sekolah2 nih buat ketemu adik2 SD yang seru2.. coba deket mbak, aku mau ikutan nih :)

    ReplyDelete
  8. Anak2 di Lombok udab mulai PTM ya mbak? Bagus nih kegiatan kaya gini jd anak2 paham klo gadget itu ga cuma buat main game atau bersosmed yg unfaedah. Klo sejak awal diarahkan kr hal positif insyaallah kelak akan bermanfaat smapai gedhe

    ReplyDelete
  9. Allhamdulilah berfaedah banget ini aih pun prosesnya ketat. Aku pernah liat bikin gula pas di pekalongan, prosesnm ng adiknya kudu kuat banget

    ReplyDelete
  10. Keren banget acaranya, Bunsal. Memang wajib banget mengenalkan literasi digital ke anak muda.

    Btw di sana masih boleh ngadain kegiatan offline, ya Mbak?

    ReplyDelete