Wednesday, August 18, 2021

Perayaan Kemerdekaan RI ke76 Chilli House di Gili Trawangan

Perayaan Kemerdekaan RI ke76 Chilli House di Gili Trawangan
Di masa pandemik yang menyebabkan banyak sekali kelumpuhan dalam berbagai sektor, Indonesia mendapati hari kemerdekaannya yang ke 76. Ini adalah sebuah momentum dimana tidak hanya memperingati hari kemerdekaan Indonesia, namun juga bagaimana kita memaknainya sebagai hari dimana bangsa Indonesia bebas dari semua belenggu, baik dalah hal ekonomi, kebebesan berekpresi, pendidikan dan lainnya. Hari besar ini dirayakan oleh semua kalangan, tidak terkecuali oleh Chili House.



Chili House sebagai salah satu penggerak pendidikan di gili sangat antusias dalam menyambut kemerdekaan RI ini. Acara dimulai tepat pada pukul 08.00 dimana acara dimulai dengan upacara bendera. Upacara ini dihadiri dari berbagai kalangan, baik dari anak-anak bimbingan Chili House, Polsek Pemenang, BEM Hukum UNRAM, LSM Amati, warga setempat dan yang tidak mau ketinggalan adalah warga asing yang tidak kalah antusias untuk ikut bergabung dalam merayakan Kemerdekaan Indonesia ini.

Antusiasme mereka bertambah ketika mengetahui bahwa anak-anak mereka terlibat sebagai petugas upacara. Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dibubuhi oleh kelucuan tingkah anak-anak yang ikut serta menjadi petugas upacara. Selesai melakukan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai game yang telah disediakan oleh panitia.

Lomba tarik tambang merupakan pembuka dari berbagai jejeran game yang telah disiapkan. Tarik tambang ini tidak hanya sebagai ajang seru-seruan, namun juga sebagai ajang untuk memupuk kerjasama tim. Setelah itu, lomba dilanjutkan dengan lomba makan, lomba mewarnai, lomba make up, kupas bawang dan masih banyak lagi.



Di sela-sela keseruan lomba, Chili House juga tidak lupa untuk berbagi sembako dengan masyarakat yang membutuhkan. Pembagian sembako dilakukan oleh anak-anak yang mendatangi rumah dari masing-masing penerima bantuan secara langsung, selebihnya masyarakat telah dibagikan voucher yang nantinya dapat ditukarkan langsung di Chili House dengan paket sembako.

Total dari warga yang menerima bantuan sembako sebanyak 208 kepala keluarga dari total 7 RT yang berada di Gili Trawangan. Tidak hanya di Gili Trawangan, sebagian sembako juga dibagikan kepada beberapa lansia di Kabupaten Lombok Utara.

Acara yang begitu besar dan meriah dapat terlaksana dari Chili House berkat bantuan dari berbagai kalangan. Kami sangat berterimakasih kepada Polsek Pemenang, Dewerstone, Villa Nero, Cats of Gili, My happy place, Hourses of Gili, Gili Mo serta warga asing yang telah banyak membantu terwujudnya acara ini. Tanpa bantuan dan donasi dari mereka, acara besar ini tidak akan dapat terlaksana sebaik hari ini.


Semoga kita akan terus diberikan kemampuan untuk dapat menyelenggarakan acara-acara besar selanjutnya.

*Support Post for Chili House

Sunday, July 25, 2021

Seger Ngotok Bersama SPBU Pancor Peduli, Penulis YRAnnisa dan Sekolah Tiga Menit

Seger Ngotok Bersama SPBU Pancor Peduli, Penulis YRAnnisa dan Sekolah Tiga Menit
Selong, Lombok Timur. Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Jumat, 23 Juli 2021 lalu dilaksanakan Komunitas Selong Blogger (Seger) melalui acara Seger Ngotok. Acara ini berlangsung secara live di dua akun sosial media Seger, yakni Instagram dan Facebook. Tiga narasumber mengisi program, yang berlangsung selama satu setengah jam. H. Edwin Hadiwijaya, Owner dari SPBU Pancor Peduli membuka acara. Selanjutnya, penulis muda Lombok, YRAnnisa mengisi dengan materi ‘Motivasi Menulis Di Tengah Pandemi. Narsum ketiga, Marjan dari Sekolah Tiga Menit, menjelaskan program unggulan lembaganya.

Tim Seger bersama Bapak Penanggung Jawab dan Bapak Pembina. Dokpri

Kolaborasi tiga narsum ini, untuk mengajak banyak orang, tetap mendampingi anak-anak selama melalui kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini. Utamanya, menjaga motivasi mereka, untuk tetap belajar meski daring, juga memanfaatkan secara positif gadget serta fasilitas internet. Dua hal yang kini sangat lekat dengan keseharian anak-anak.

“Sosok Annisa sebagai penulis difabel muda di Lombok, saya harapkan bisa menginspirasi siapa pun. Kondisi dan keterbatasan bukan jadi alasan untuk tidak produktif. Jadi, mari kita patuhi PPKM, namun juga tetap produktif dengan aktivitas keseharian kita, “demikian sebagian dari sambutan H. Edwin Hadiwijaya saat membuka Seger Ngotok.

H. Edwin Hadiwijaya live dari Bakso Beka, Selong. Dokpri

SS Live Instagram Tiga Narsum di Seger Ngotok HAN 2021. Dokpri

Tiba di sharing dari YRAnnisa, ia menceritakan bahwa ia justru makin produktif di tahun ini. Jika buku pertamanya, ‘A Light By You’ yang mulai ditulis sejak tahun 2018, merupakan kreasi dari dua ribuan kata per hari. Maka, di tahun ini, ia terbiasa menulis sampai enam ribuan kata per hari, karena sedang menyelesaikan proyek tiga buku baru.

“Buku pertama dulu saya selesaikan dengan mengetik di HP. Tahun ini memang sudah ada laptop, tapi saya lebih nyaman menulis di HP,” urai Nissa saat menjawab pertanyaan peserta live, tentang proses kreatif menulisnya.

YRAnnisa didampingi paman dan ibundanya. Dokpri

Narsum ketiga, Marjan Founder Sekolah Tiga Menit, menceritakan tentang lembaganya dan beberapa program yang sedang berjalan. Salah satunya, program bernama unik. Yakni, Selingkung. Program ini ternyata kepanjangan dari ‘Selamatkan Lingkungan Hidup’. Dimana, sebagian dari program ini, mendaur ulang limbah pertanian dan peternakan menjadi produk-produk bermanfaat. Misal, kotoran ternak, disulap menjadi Pupuk Raos (Rabok Organik Super). Pupuk yang kemudian menghasilkan sayur Selingkuh. 

Foto bareng Tim Seger dan keluarga YRAnnisa. Dokpri

Founder Seger, Muslifa Aseani, yang menjadi host Seger Ngotok memberikan apresiasi tinggi pada tiga narsum yang telah hadir. Ke depan, tema-tema khusus program live ini, ditargetkan sesuai dengan unsur pentahelix yang mendasari program-program utama Seger. Diantaranya, Sosial Kemanusiaan, UMKM/Ekraf, Pariwisata serta Pemberdayaan Perempuan umumnya

Monday, July 19, 2021

Seger Betemue ke SMAN 1 Sekongkang Sumbawa Barat Berlangsung Sukses

Seger Betemue ke SMAN 1 Sekongkang Sumbawa Barat Berlangsung Sukses
Sekongkang, Sumbawa Barat. Program Seger Betemue ke SMAN 1 Sekongkang, Sumbawa Barat, berjalan lancar. Kegiatan literasi digital bertajuk, ‘Seger Betemue: Literasi Digital Millenials’, berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Event berlangsung dua hari, di Gedung Serbaguna ‘Balong Rungan’, bangunan besar yang terletak persis di depan kompleks sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 1 Sekongkang, Sugrawati S.Pd. menyebutkan, bahwa kegiatan literasi digital sudah sepantasnya diperkenalkan bagi para siswa kelas X. Alasan mendasar, mengapa kerjasama dengan komunitas Selong Blogger (Seger) terjalin, melalui salah satu program utama, yakni Seger Betemue.

Seger Betemue ' Literasi Digital Millenilas' ke SMAN 1 Sekongkang, Sumbawa Barat. Dokpri

“Jaman anak-anak kita sekarang telah jauh berubah. Mereka setiap hari telah berinteraksi dengan gadget dan internet. Jadi, kebutuhan literasi digital juga menjadi keharusan. Harapannya, agar mereka bisa mengoptimalkan aktivitas digital mereka dengan kreasi-kreasi positif,” sambutannya di rilis pre event kegiatan.

Kegiatan literasi digital ini berlangsung dua hari, Sabtu dan Ahad, 17 sampai 18 Juli 2021. 65 orang siswa yang sedang mengikuti rangkaian MPLS 2021, menjadi peserta utama serta didampingi pengurus OSIS, guru dan staf sekolah.

Tiga Modul Digital di Seger Betemue ke SMAN 1 Sekongkang


Rangkaian acara Seger Betemue, dibuka oleh Wakil Kurikulum SMAN 1 Sekongkang Sri Rohayah S.S.. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini dan berharap agar peserta serta pendamping dari OSIS, dapat mengambil manfaat positif dari setiap materi yang dibagikan. Berikutnya, Ketua Komite Sekolah, Sukardi S.E. juga menyampaikan pernyataan senada. Ia menambahkan, di tengah pandemi, pilihan beraktivitas digital dapat menjadi kegiatan positif bagi siswa. Apalagi jika sampai kembali menerapkan pembelajaran daring.

Peserta kegiatan menerapkan prokes ekstra ketat. Dokpri

Narsum GenPI Lombok Sumbawa, Subhan Azharullah. Dokpri

Narsum Kitapixel Lombok. Dokpri

Usai sambutan, tiga narsum secara berurutan menyampaikan modulnya masing-masing. Yang pertama, Founder Seger Muslifa Aseani, membagikan modul ‘Bangun Kebiasaan Bahasa Yang Baik dan Benar di Dunia Digital’. Selanjutnya, Divisi Humas GenPI Lombok Sumbawa Subhan Azharullah, menyampaikan modul ‘Kenal GenPI LS Lebih Dekat’. Ketiga, modul ‘Creative Digital with Instagram (17 IGTv/Reels Ideas) disampaikan Nurliya N.R., Digital Collaborator Kitapixel Lombok.

Penyampaian modul-modul langsung diikuti praktek. Di antaranya, membuat instagram story dengan hastag khusus, juga membuat konten foto serta video yang dilombakan dengan hadiah spontan dari para narsum. Kegiatan hari pertama, ditutup dengan ‘Sunset Hunt’ di pantai Baha Baha, Sekongkang. Dimana anak-anak merasakan langsung proses mencari konten untuk aktivitas digital mereka di sosial media.

Menunggu momen sunset di pantai Baha Baha Sekongkang. Dokpri


Tetap kenakan masker, meski aktivitas di luar ruangan. Dokpri

Senja di Pantai Baha Baha Sekongkang. Dokpri


Promosi Digital Proses Gula Aren Alami Desa Tongo


Di hari kedua, momen ‘Sunrise Hunt’ terhalang mendung dan gerimis sepanjang pagi. Namun, batalnya berburu sunrise, membuat rombongan kegiatan literasi digital bisa sampai lebih pagi di kebun nira pasangan Hasan dan Nurhasanah. Warga dusun Sejorong, Desa Tongo ini, merupakan perajin gula aren alami. Kebun nira dengan 400 pohon, membuat mereka intens memproduksi gula aren alami.

Siswa menyaksikan langsung proses menyadap nira. Dokpri

Proses menyadap nira, mengolah dan mencetak gula aren inilah yang diikuti peserta. Sebagian besar siswa, mengaku benar-benar baru pertama kali mengikuti proses ini. Satrio, Johan Saputra, Aditya S. Pratama, Wayan Srikarmi, Desak Putu Ayu Yasmin dan Baiq Sisilia Anesa Putri, sebagian dari siswa yang baru sekali ini melihat langsung proses membuat gula aren. Adji Nursali, satu perkecualian, karena ia memiliki seorang paman yang juga memiliki kebun nira dan ia sesekali membantu pamannya menyadap sampai membuat gula aren.

Kembali ke pasangan Hasan dan Nuhasanah, mereka melakukan sistem bagi hasil jika menyadap nira 100 pohon enau.

“Saya akan mengambil tiga gula dari 10 yang kami produksi. Jadi, kami tidak memberikan gaji. Biasanya, untuk 100 pohon enau, kami harus dibantu 2 tenanga. Terutama saat menyadap,” urai Hasan sembari melanjutkan setiap proses yang telah dilakukannya rutin di 10 tahun terakhir.

Hasan bersiap dengan dua bambu betung wadah penampung nira. Dokpri

Rumah panggung sederhana, lokasi produksi gula aren, berdampingan dengan kebun enau. Juga dekat dari beberapa spot pantai indah di Sekongkang. Salah satunya, pantai Cemara. Lokasi dimana akhirnya rombongan peserta event sarapan bersama. Sekitar tengah hari, rangkaian kegiatan event ditutup dengan berfoto bersama di pantai Cemara, juga pengumuman peserta terbaik dari MPLS SMAN 1 Sekongkang.

Event Seger Betemue Literasi Digital Millenials, didukung penuh PT Amman Mineral, dengan partner digital GenPI Lombok Sumbawa dan Koperasi Jasa Syariah pertama di NTB, Kitapixel Digital Mandiri Coop (MA-Seger).

Monday, July 12, 2021

Launching Selong Blogger, Seger Bersama YRAnnisa

Launching Selong Blogger, Seger Bersama YRAnnisa
Selong, Lombok Timur. Digitalisasi di berbagai bidang, kini juga sampai di kota Selong, kabupaten Lombok Timur. Salah satu penandanya, lahirnya komunitas Selong Blogger (Seger). Seger resmi dilaunching oleh Penanggung Jawab, Owner dari SPBU Pancor Peduli, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya MM. Acara launching berlangsung di Aula KUD Utama Rakam, Ahad 11 Juli, mulai dari jam 1 siang sampai jam 4 sore.

Tim Seger bersama YR Annisa. Dokpri

Tak hanya meresmikan Seger, hadir pula YR Annisa. Annisa adalah seorang penulis otodidak dan telah menerbitkan satu buku berjudul ‘A Light By You’. Sebelumnya, ia aktif menulis dan mendapatkan view sampai 22 juta pembaca. Annisa menyampaikan materi ‘Motivasi Produktif Menulis Di Tengah Pandemi’.

Launching Seger dihadiri oleh sekitar 50 lebih undangan, dari pemerintah, lembaga, komunitas serta beragam asosiasi offline dan online. Resmi lahirnya Seger dilakukan oleh Penanggung Jawab Seger, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya MM., Owner dari SPBU Pancor Peduli.

Fotbar Panitia dan segenap undangan. Dokpri

“Lahirnya komunitas Seger ini saya harapkan menambah daftar komunitas pendukung ekosistem digital di kota Selong dan sekitarnya, wilayah Lombok Timur secara khusus, serta Lombok Sumbawa secara umum. Seger menggunakan tagline ‘Kabarkan Kebaikan Dengan Pena’, berkonsep komunitas Pemberdayaan Perempuan, namun juga terbuka untuk bekerja sama dengan komunitas lain,” demikian disampaikan di sambutan yang langsung diikuti dengan melaunching Seger.


Usai sambutan, narsum utama mulai menyampaikan materi. Annisa memulai menulis di platform Wattpadd, sampai kemudian menerbitkan buku pertamanya. Kini, buku tersebut dijual di beberapa market place seperti shopee, Bukalapak dan juga Wattpadd sendiri.

YRAnnisa menyampaikan materinya 'Produktif Menulis di Tengah Pandemi'. Dokpri

Di sesi diskusi, banyak pertanyaan peserta yang antusias ingin mengetahui motivasi kepenulisan Annisa. Dimana, Annisa sendiri memiliki keterbatasan fisik. Ia seorang disabilitas di umur sekitar satu tahun, mengenyam pendidikan 3 tahun saja di MI (kelas 1 sampai kelas 3) dan praktis melakukan banyak hal hanya di kamarnya saja. Namun Annisa jarang mengeluh. Ia mulai candu membaca, lalu berikutnya mulai menulis. Semakin aktif menulis dengan nama pena khusus, sampai akhirnya ia menerbitkan buku dengan namanya sendiri, YRAnnisa.

Saat diskusi ini pula, bermunculan tawaran kolaborasi membuat event-event literasi dan khusus mengasah kemampuan menulis. Misalnya, dari Sekolah 3 Menit, LK2T Lotim, serta beberapa lembaga lain yang menghadiri acara launching ini.

Penanggung Jawab Seger berfoto bersama tiga program utama Seger. Dokpri

Ketua Seger menjelaskan program-program utama Seger. Dokpri

Kembali ke Seger, Muslifa Aseani, founder yang sehari-harinya adalah blogger menjelaskan tiga program utama di sesi akhir materi narsum utama. Yang pertama, Seger Begawe Digital, berkonsep event besar seperti pelaksanaan dari launching Seger sendiri. Kedua, Seger Betemue, adalah event-event kolaborasi yang bersinergi dengan komunitas lain. Contohnya, seperti saat Seger berkunjung ke Dusun Ulu, desa Jerowaru di beberapa pecan lalu. Ketiga, Seger Ngotok. Untuk ini, acara berkonsep siaran langsung dengan beragam materi serta latar belakang para narsumnya.

Seger Betemue ke SMAN 1 Sekongkang, kabupaten Sumbawa Barat. Dokpri

Meski baru saja di launching, Seger sudah mulai menjalankan tiga program utamanya. Salah satunya, Seger Ngotok, dimana Ketua Seger menjadi salah satu narsum di event Literasi Digital Nasional dengan materi ‘Bahasa Yang Baik dan Benar di Dunia Digital’. Contoh lain, Seger Betemue akan berkunjung ke SMAN 1 Sekongkang, kabupaten Sumbawa Barat, pada tanggal 17 sampai 18 Juli nanti.

Sunday, June 27, 2021

Road To Seger Begawe Digital, Seger Betemue Ke Dusun Ulu Jerowaru

Road To Seger Begawe Digital, Seger Betemue Ke Dusun Ulu Jerowaru
Semestakung. Sobat Seger pernah dengar kata ini? Kalau pernah, berarti tahu dong dua kata yang tersambungkan jadi satu. Semesta mendukung. Iya. Itulah yang terjadi di hari ini, Minggu 27 Juni 2021.

Di awal hari, tadinya hanya berkumpul membahas satu gawe besar pertama Seger. Seger Begawe Digital. Kelahiran para Seger dengan program-program utamanya. Satu meja panjang yang dikelilingi, menjadi wadah dari kembali tersampaikannya satu mimpi besar – ‘Kabarkan Kebaikan Dengan Pena’.

Road to Seger Begawe Digital, bersama Tim Semeton Edwin. Dokpri

Itulah langkah awal bersama. Langkah awal yang terangkai langsung dengan aksi. Pagi membahas agenda launching, tengah hari, langsung praktekkan program berikutnya. Yakni, Seger Betemue. Kemana? Simak perjalanan lengkap berikut.

Fitri dan Kisah Lain di Dusun Ulu


Tiga program besar Seger – Selong Blogger, diantaranya melibatkan diri pada aktivitas-aktivitas Sosial Kemanusiaan. Salah satunya, survey objek donasi dari lembaga-lembaga donor yang fokus bergerak di aktivitas tersebut.

Dusun Ulu, satu dari 20 dusun di Desa Wakan, kecamatan Jerowaru di Lombok Timur. Di dusun ini, terdapat sekitar 80an Kepala Keluarga. H. Ramdan, Kepala Dusun, menyampaikan rasa terima kasih, bahwa sebagian warganya akan menjadi penerima donasi. Beberapa jompo, warga difabel, serta kelompok warga tidak mampu lainnya.

Fitri, seorang bapak dari dua anak. Ujian hidup membawanya ke kondisi yang tak normal. Namun, kenangan selama ia masih bekerja, sebagian masih membekas. Sesekali celetukan berbahasa Inggris keluar. ‘How are you?’, misalnya. Kalimat random, entah benar entah tidak, ia sebutkan sebagai sebagian dari lokasi bekerjanya dulu. ‘Gili Trawnagan, ‘Banyu’, ‘Wangi’, lalu ia tutup dengan ‘Banyumulek’. Cerdas. Tapi, tak normal.

Salah seorang calon target penerima donasi di Dusun Ulu, bersama bang Ojik. Dokpri

Di lain tempat, seorang kakek tua, juga mirip dengan kondisi Fitri. Menurut Ojik, penghubung dengan para target objek donasi ini, beliau pun akan fasih berbahasa Inggris ketika obat penenangnya lambat dari jadwal rutin harus diminum.

Ojik telah menyiapkan data dari sekitar 20 dusun di desa Wakan ini. Semoga, siapa pun lembaga donor yang nantinya sampai dan berikan donasi, adalah rezeki yang penuh berkah. Utamanya bagi para penerima donasi itu sendiri.

Seger Betemue Mau Kemana Lagi?


Lokasi berikutnya dari kunjungan para Seger, tentunya dari lintas komunitas atau organisasi yang berdasarkan hal sama. Kebaikan. Apapun bentuk dan konsep dari kegiatan dari komunitas atau organisasi tersebut.

Seger bareng bang Ojik. Yuk, Betemue kemana lagi kita? Dokpri

Tengah minggu lalu, Seger Betemue menemani kawan-kawan dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) HMI Komisariat Universitas Hamzanwadi. Akhir pekan, datang sekian jam di Dusun Ulu, dengan kisah Fitri di atas. Pekan depan, bukan tidak mungkin, datang dan bersilaturahmi dengan organisasi dan komunitas Anda.

Ingin bersilaturahmi digital dengan kami? Jangan ragu tinggalkan komentar di post ini, atau sapa kami di Instagram atau Facebook. Salam Seger ^^

Saturday, June 19, 2021

Mari Berjejaring Positif Bersama Selong Blogger Comm

Mari Berjejaring Positif Bersama Selong Blogger Comm

 

Halo, Sobat Segers.

Kenalan yuk. Segers itu, Selong Blogger Community. Baru saja lahir di kota Selong, ibukota kabupaten Lombok Timur. Biar makin akrab dengan para Segers, boleh ya nyolek satu-satu lima perempuan yang jadi 'bidan' dari lahirnya komunitas ini.

Ah iya, biar tetap segar, mulai dari yang memang paling Segers dulu ..

Pertama, ada Shania. Perempuan mungil ini, aktif di banyak kegiatan.

Kedua, ada Dewi. Ibu muda energik, selalu tampil all out di setiap kesempatan.

Ketiga, sekaligus penasehat, ada Hajjah Marianingsih. Pengusaha UMKM dengan banyak produk khas dari desanya, desa Kotaraja.

Keempat, ada Muliyani. Owner dari Rumah Jahit Mulya.

Kelima, Muslifa Aseani, inaq blogger.

segers betemue
Salah satu proses 'kelahiran' Segers Community. Dokrpi

Nah, Segers nanti mau ngapain? Buanyak! 

Mirip seperti bahan rujak favoritnya perempuan. Tak hanya menulis, akan banyak aktifitas positif yang diprogramkan setahun ke depan. UMKM, Ekonomi Kreatif, event-event digital dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sobat Segers, bisa semakin kenal kami. Kami ada di Instagram SelongBloggerComm dan blog ini. Begitu dulu sapa perdana kami. Semoga kita segera bersilaturahmi di event kreatif, secepatnya.